Tanaman jagung merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia, baik sebagai bahan pangan, pakan ternak, maupun bahan baku industri. Namun, produktivitas jagung sering menurun akibat serangan hama dan penyakit. Jika tidak dikendalikan dengan tepat, kerugian hasil bisa mencapai puluhan persen. Oleh karena itu, memahami cara pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jagung menjadi kunci utama keberhasilan budidaya.
Artikel ini membahas secara lengkap jenis hama dan penyakit jagung serta metode pengendalian yang efektif dan mudah diterapkan oleh petani.
Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman jagung sejak fase awal tanam hingga menjelang panen. Dampaknya antara lain:
Pertumbuhan tanaman terhambat
Tongkol kecil atau tidak terbentuk
Kualitas biji menurun
Risiko gagal panen meningkat
Pengendalian yang tepat tidak hanya meningkatkan hasil, tetapi juga menekan biaya produksi.
Ulat grayak merupakan hama paling berbahaya pada jagung saat ini.
Gejala serangan:
Daun berlubang tidak beraturan
Terdapat kotoran ulat di pucuk daun
Tanaman tampak rusak parah
Pengendalian:
Pengamatan rutin sejak tanaman muda
Penggunaan insektisida sesuai dosis
Pemanfaatan musuh alami
Hama ini menyerang bagian batang dan tongkol.
Gejala:
Lubang pada batang
Tanaman mudah rebah
Tongkol tidak berkembang sempurna
Pengendalian:
Sanitasi lahan
Rotasi tanaman
Aplikasi insektisida tepat waktu
Sering menyerang jagung pada fase awal tanam.
Gejala:
Bibit layu dan mati
Pertumbuhan tidak seragam
Pengendalian:
Perlakuan benih sebelum tanam
Pengolahan tanah yang baik
Hama penghisap cairan tanaman.
Gejala:
Daun menguning
Pertumbuhan terhambat
Menularkan penyakit virus
Pengendalian:
Pengendalian gulma
Penggunaan insektisida selektif
Bulai adalah penyakit paling merugikan pada jagung.
Gejala:
Daun belang putih kekuningan
Tanaman kerdil
Tidak menghasilkan tongkol
Pengendalian:
Gunakan benih tahan bulai
Cabut dan musnahkan tanaman sakit
Perlakuan fungisida pada benih
Disebabkan oleh jamur dan bakteri.
Gejala:
Bercak coklat memanjang pada daun
Daun mengering
Pengendalian:
Jarak tanam ideal
Fungisida sesuai anjuran
Penyakit ini muncul pada kondisi lembap.
Gejala:
Bintik-bintik coklat kemerahan
Daun cepat mengering
Pengendalian:
Varietas tahan
Pengaturan drainase
Menyerang bagian batang dan akar.
Gejala:
Batang lunak
Tanaman roboh
Pengendalian:
Hindari genangan air
Perbaiki sistem drainase
Pengolahan tanah yang baik
Rotasi tanaman
Penanaman serempak
Pemupukan berimbang
Mengambil dan memusnahkan hama
Membuang tanaman terserang
Memanfaatkan musuh alami
Menggunakan pestisida nabati
Gunakan pestisida sesuai dosis
Aplikasi tepat sasaran
Jangan mencampur sembarangan
PHT menggabungkan berbagai metode pengendalian agar:
Lebih efektif
Ramah lingkungan
Mengurangi resistensi hama
Prinsip utama PHT:
Monitoring rutin
Ambang kendali
Kombinasi metode
Penyemprotan tanpa pengamatan
Dosis pestisida berlebihan
Terlambat mengendalikan hama
Tidak melakukan rotasi tanaman
Gunakan benih unggul dan sehat
Lakukan pengamatan rutin
Jaga kebersihan lahan
Terapkan pemupukan berimbang
1. Kapan waktu terbaik mengendalikan hama jagung?
Sejak fase awal tanam hingga pembentukan tongkol.
2. Apakah pestisida selalu diperlukan?
Tidak, gunakan hanya jika serangan melewati ambang ekonomi.
3. Apa penyakit paling berbahaya pada jagung?
Penyakit bulai.
Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jagung harus dilakukan secara terpadu, tepat waktu, dan berkelanjutan. Dengan mengenali jenis hama dan penyakit serta menerapkan metode pengendalian yang benar, petani dapat meningkatkan hasil panen dan mengurangi risiko kerugian.
Bagikan informasi tentang Cara Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Jagung Secara Efektif kepada teman atau kerabat Anda.
*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:
Rp 30.000 Rp 40.000*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:
Rp 7.000 Rp 9.000*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:
*Harga Hubungi CS
Belum ada komentar untuk Cara Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Jagung Secara Efektif